REMAJA DAN CINTA

Tak terasa sudah sekarang sudah pukul 12.23 am waktu komputer aku… daripada main poker dan kalah terus lebih baik aku kelola blog aku ini yang selalu menemani aku untuk menyalurkan aspirasi yang muncul dalam fikiran aku… itung-itung tuk bagi informasi dan mudah-mudahan bisa jadi amal jariah…

okelah aku akan memulai bercerita mengenai Remaja dan Cinta:

Remaja adalah anak manusia yang menginjak usia antara 15 – 25 tahun entalah apakah ini sesuai dengan perhitungan BKKBN atau perhitungan para pembaca. yang jelas tulisan ini, aku akan menitip beratkan  pada Bagaimana Remaja dan cinta itu saling terkait. jika tulis terdahulu membahas akan cinta maka tulisan ini akan membahas lebih dalam bagaimana jika remaja sedang kecanduan cinta. para pembaca yang budiman sering kita mendengar bahwa ada teman atau sanak saudara kita sedang kecanduan alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. lantaran apakah Jika seorang Remaja sedang kecanduan cinta tidak mempunyai dampak negatif?

aku fikir seorang remaja yang sudah kecanduan cinta ini akan memberikan dampak negatif yang lebih besar dibanding dengan kecanduan alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya, hal ini saya dapat buktikan dengan sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya.

Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyaru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih – dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati. lantas apa tanda-tanda jika seorang remaja sudah terinfeksi kecanduan cinta? verikut adalah jawabannya:

  1. Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan
  2. Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya
  3. Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan
  4. Selalu bergantung pada pasangan
  5. menggunakan seks sebagai alat membuktikan cinta

lantas bagaimana cara menangani semua ini?

  1. perkuat mental diri anda
  2. perkuat rasa percaya diri anda
  3. perbanyak bergaul dengan orang-orang yang sering mendekatkan diri pada Allah SWT
  4. dsb……

semoga tulisan yang secuil ini bermamfaat buat kita semua amiiin

 

Orang Bijak akan meninggalkan KOMENTAR.........

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s