PENDIDIKAN SECARA FORMAL

Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya teknologi maka dipandang perlu setiap manusia untuk menuntut pendidikan seutuhnya. Pendidikan merupakan sarana untuk mengembangkan diri seseorang, adapun pendidikan yang dimaksud yakni pendidikan yang bersifat formal. Dalam peningkatan pendidikan formal maka seorang pendidik bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan belajar peserta didiknya, sehingga mampu memperoleh mutu pendidikan yang lebih baik. Sebagai seorang pendidik harus sadar dengan tanggung jawabnya. Berhasil atau tidaknya suatu kegiatan pendidikan terganntung pada jelas tidaknya tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu, perumusan tujuan secara jelas adalah penting dalam penyusunan suatu program kegiatan yang objektif dan realisitis sehingga segala tenaga, biaya, dan waktu yang dipergunakan tidak terbuang dengan sia-sia.
Dalam UU RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 4 dicantumkan tujuan pendidikan nasional yakni :
“Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia sutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.
Berdasarkan tujuan pendidikan di atas maka seyogyanya setiap warga Negara Indonesia berhak meperoleh pendidikan sehingga tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Kemudian sesuai dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, 2003, tujuan pendidikan yakni :
“Berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Sesuai dengan tujuan pendidikan di atas, maka yang menjadi pelaku pendidik sangat berperan aktif dalam pencapaian tujuan yang dimaksud, sebagai pendidik yang berpotensi dan sadar akan tanggung jawab maka setiap pembelajaran yang direalisasikan oleh pendidik harus jalas, sehingga mampu mencapai tujuan tersebut. Dalam hal ini mata pelajaran yang berperan adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan mempelajari Bahasa Indonesia peserta didik dapat menghadapi tuntutannya dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Pelajaran bahasa Indonesia dapat dijadikan acuan dasar yang meliputi bagaimana peserta didik mampu berkreatif, berpikir logis, kritis, analitis, dan sistematis dalam berkarya dan meningkatkan intelektualnya.
Pada kenyataan di lapangan, pelajaran bahasa Indonesia bagi peserta didik menganggap mata pelajaran yang sangat mudah, tetapi di dalam kemudahan tersebut membutuhkan penganalisaan yang sangat mendalam sehingga membutuhkan ketajaman dalam berpikir supaya peserta didiknya dapat berkreatif. Dalam hal ini sebagai seorang pendidik harus mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam, menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga anak didiknya merasa nyaman dan mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh pendidiknya. Untuk itu tantangan yang paling besar bagi guru bahasa Indonesia dewasa ini adalah bagaimana mencari strategi proses pembelajaran yang inovatif yang memungkinkan bagi peningkatan mutu pendidikan bahasa Indonesia karena seiring dengan perkembangan zaman sehingga dinas pendidikan mencantumkan mata pelajaran bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional.

Orang Bijak akan meninggalkan KOMENTAR.........

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s